Minggu, 06 Mei 2012

In memoriam, my beloved ibunda





The last i heard your voice in the ramadhan of august, the last i saw your face in the happy ied of september, i’ve remember your eye, i’ve remember everything about you, and i don’t want to forget.

Ini bukan tentang kematian, bukan. Ini tentang kehilangan dan pencarian makna ikhlas.

Aku amat sangat paham dan mengerti bahwa sesungguhnya semua hanya titipan Nya. Begitu pun juga dengan dirimu, Ibu. Semua yang datang akan pergi pada akhirnya. Aku tau Al maut itu pasti adanya, dan saat ini adalah giliranmu untuk pergi.

Tapi yang membuatku tersentak sebegitu hebatnya, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Terlalu sulit memahami rencana Al muhyii sang pemberi kehidupan. Berulang kali aku berpikir keras kenapa begitu cepat beliau diambil, tapi mungkin logika memang terlalu kecil untuk mengerti akan kebesaran Nya, dan hanya iman serta taqwa yang bisa memberi jawaban.

Ketika merajut asa kemudian rindu menelusup di dada, seketika lelehan air  membanjiri pelupuk mata, Astaghfirullah Al’adzim acap kali aku lupa adanya sang penguasa semesta di sana, sang pemilik segalanya.

Suatu saat aku merasa bahwa sang waktu berjalan terlalu cepat. Ingin aku lebih lama menyayangi dan mengasihimu, tapi mungkin Ar Rahman dan Ar Rahim lebih dari itu. Terbersit kuat di sanubariku untuk memberikan kebahagiaan kepadamu kelak, tapi Al muqiit pasti akan memberikan yang lebih. Semoga Al baasith, An nuur, Ar raafi’, dan Al mu’izz melapangkan, menerangi, meninggikan, dan memuliakan engkau disisi Nya. Aku yakin Al aliim yang maha mengetahui, Al samii’ yang maha mendengar,dan  Al mujib akan mengabulkan doa ini, Amin.

Percayalah, tidak akan pernah ada kata rela dan ikhlas untuk kehilangan orang yang teramat kita sayangi, tapi jika itu merupakan pilihan terakhir demi ketenangan beliau disana,serahkan semua pada sang waktu dan biarlah waktu yang menjawab. And i believe i’ll be surprise about how strong i am, when being strong is the only one i can do.

Mommy lives, she will be in forever pain, but she dies and goes to heaven, she won't be in pain anymore, so we should let mommy go :')

salam rindu anakmu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar