Jumat, 18 Mei 2012

Asumsi

Kehilangan adalah asumsi
Asumsi kita pernah memiliki
Lalu aku berasumsi sekali lagi
Bahwa kamu pergi, membawa semuanya bersamamu
Andaikan aku tak pernah berasumsi memilikimu
Aku pun takkan pernah kehilanganmu
Okey,
Asumsikan saja bahwa kamu tidak pernah jadi milikku
Asumsikan saja bahwa kamu hanya titipan
Maka aku takkan pernah merasa kehilangan
Berhenti berasumsi, berhenti memiliki.

#piknikhore

#piknikhore ke bonbin gembiraloka bersama teman-teman ;)))














Selasa, 15 Mei 2012

"Kenangan"

Tiap buka lemari,kalau liat kemeja ini rasanya... sedih,
bukan karena apapun,
tapi ada ingatan sedih terukir di memori kepala,
mengingat kebodohan kenapa pernah terlintas dan terpikir..
mempersiapkan jauh-jauh hari sesuatu
yang tak diharapkan sang calon penerimanya,
mau diberikan ke orang lain kok rasanya berat,
mau disimpan kok terkenang terus.
This is i called "kenangan"


Senin, 14 Mei 2012

Surat untuk dokter dan mahasiswa kedokteran :")

Iseng iseng searching ketemu surat, ditulis oleh Aditya Putra Priyahita,
Sungguh menyentuh, membuat saya merenung tentang arti kata dokter,
akankah kelak jalan di depanku seperti surat dibawah ini? :"))




Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah Fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…


Vena blood 8)))))

Muahahahahahaha senaaaaaang sekali, akhirnyaaaa.. akhirnyaaaa... Berhasil nyuntik :3
hey vena, i got you!!!! Muahahahahaha
Walaupun berkutat berjam jam hingga tengah malam,menghabiskan 3 jarum dan 1 spuit serta banyak tisu dan alkohol, belum lagi rasa lemas ditangan akibat terlalu lama terpasang torniquet,biru serta bengkak di tangan kiri karena ditusuk jarum berkali kali, yang penting me so happy karena akhirnya setelah 6 semester berkutat dibangku kedokteran akhirnya berhasil mengambil darah vena!!
Yeah memang terdengar klise dan gampang, tapi coba aja praktek sendiri baru tau rasa gimana susahnya ambil darah vena kalau belum berpengalaman.
Semoga makin mahir menyuntik dan ambil darah karena udah menjelang tahun akhir menuju koas, semangat!


Jumat, 11 Mei 2012

Somebody that i used to know

Ingin sedikit share sebuah lagu yang saat ini sangat-sangat aku sukai, bahkan jauh sebelum lagu ini booming dan dikenal banyak orang :))

Now and then I think of when we were together
Like when you said you felt so happy you could die
I told myself that you were right for me
But felt so lonely in your company
But that was love and it's an ache I still remember

You can get addicted to a certain kinda sadness
Like resignation to the end, always the end
So when we found that we could not make sense
Well you said that we would still be friends
But I'll admit that I was glad that it was over

But you didn't have to cut me off
Make it like it never happened and that we were nothing
I don't even need your love, but you treat me like a stranger
And that feels so rough

No, you didn't have to stoop so low
Have your friends collect your records
And then change your number
Guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Now you're just somebody that I used to know
Now you're just somebody that I used to know

Now and then I think of all the times you screwed me over
But had me believin it was always something that I'd done
But I don't wanna live that way
Reading into every word you say
You said that you could let it go
And I wouldn't catch you hung up on somebody that you used to know-oh-oh

But you didn't have cut me off
Make it like it never happened and that we were nothing (oh)
I don't even need your love, but you treat me like a stranger
and that feels so rough

(oh)

No, you didn't have to stoop so low
Have your friends collect you records
And then change your number (oh)
Guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Somebody that I used to know
Somebody (now your just somebody that I used to know)
That I used to know
Somebody that I used to know
Somebody (somebody) (now your just somebody that I used to know)
That I used to know

I used to know
That I used to know
I used to know
Somebody



Dan ini cover by Walk of the Earth, amazing!!









Kamis, 10 Mei 2012

Aku sayang ayah!

Dear ayah, maaf jika aku terlalu kaku untuk memulai obrolan dengan ayah. Walaupun diujung telfon sekalipun, lidahku rasanya kelu untuk sekedar bertanya kabar ayah. Entah mungkin karena kedekatan kita yang tak begitu erat karena aku lebih dekat kepada ibu, atau entah karena sosokmu yang kaku yang membuatku terkadang segan. Maaf jika aku terkesan menelfon ayah hanya ketika kehabisan uang jajan atau ketika ada keperluan kampus yang membutuhkan pengeluaran banyak dan membeli buku yang harganya selangit.

Sebenarnya ayah, aku ingin sekali menelfonmu setiap hari. Menanyakan kabarmu, sekedar menanyakan apakah ayah sudah makan apa belum, menanyakan ayah makan apa, karena aku tau ayah, aku tau ayah tidak terbiasa makan masakan selain masakan ibu. Bahkan untuk sekedar secangkir teh saja ayah bisa tau jika itu bukan buatan ibu. Aku harus mencari-cari waktu yang tepat supaya bisa ngobrol banyak dengan ayah ditelfon, aku harus mempersiapkan apa saja yang akan aku katakan ketika aku ingin menelfon ayah, bahkan aku harus berulangkali secepatnya menekan tombol end ketika sehabis menekan tombol call karena aku grogi,haha lucu sekali grogi menelfon ayah kandung sendiri.Tapi memang itu yang aku rasakan, Karena seringkali ketika selesai menanyakan sudah makan apa belum,kita sama-sama saling terdiam diujung telfon masing-masing. Kita memang punya beberapa kesamaan ayah, tidak terlalu pandai memulai percakapan, kaku dan seringkali lebih memilih menyimpan semua didalam hati.

Ayah.. Aku juga sebenarnya ingin sekali ayah menelfonku setiap hari, sesering mungkin seperti yang dulu ibu lakukan ketika ibu masih ada. Aku rindu, aku rindu ketika ibu menelfonku hanya sekedar menanyakan aku makan apa dan kemudian kami mulai bercerita ngalur ngidul tentang apapun kemudian saling tertawa bersama. Tapi aku tau ayah, ayah tidak mungkin menjadi seperti ibu. Aku tau ayah sama susahnya untuk memulai percakapan ditelfon denganku.

Aku di sini sendiri ayah, jauh sekali, tidak punya siapa-siapa. Seringkali aku kesepian dan hanya bisa menangis memeluk guling hingga tertidur esok pagi kemudian bangun dan bergegas menjalani aktifitas kuliah, dan jika ada waktu kosong aku berusaha mengisinya dengan aktifitas lain, namun ketika senja mulai turun dan dingin mulai menyelimuti malam, kesepian itu datang lagi ayah, menawarkan rindu yang kemudian menyublim jadi tangis. Apakah ayah juga kesepian dirumah? Ayah baik-baik saja kan? Bersyukur kita memiliki dek fachri yang membuat suasana rumah menjadi sedikit lebih ramai, aku tak bisa membayangkan bagaimana jika ndak ada dek fachri mungkin rumah kita akan sunyi senyap seperti kuburan yang kedengaran hanya suara cicak yang sedang menertawakan keadaan kita. Mungkin ini alasan kenapa dulu ibu berusaha mati-matian mempertahankan dek fachri ketika masih di dalam kandungan walaupun berulangkali ibu perdarahan. Ah..ibu memang selalu berusaha mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang, bahkan sebelum pergi pun ibu telah mempersiapkan begitu banyak kain panjang dan juga handuk. Aku seringkali menertawakan yang ibu lakukan, toh untuk apa mempersiapkan sesuatu yang menurutku tidak begitu penting. "Nanti kalau ada perlu mendadak kita ndak perlu repot-repot cari kesana kemari" begitu kata ibu. Astagfirullah ternyata pada akhirnya kain panjang yang banyak itu yang digunakan untuk menutupi jasad ibu, handuk itu yang digunakan untuk memandikan beliau terakhir kali. Saat ibu pergi memang suasana idul fitri masih menyelimuti dan rata-rata toko memang belum buka, entah harus mencari kemana andai saat itu ibu tidak mempersiapkan kainnya sendiri. Bahkan ketika kepergiannya, beliau tidak terlalu merepotkan orang lain. Aku rindu ibu.

Ayah, aku tau ayah sudah berusaha maksimal mengisi posisi ibu juga sekaligus posisi ayah. Aku mengerti menjadi single parent bukan perkara mudah semudah membalik telapak tangan, ditambah selama ini hampir semua urusan dihandle oleh ibu. Aku tau berat beban di pundakmu yah. Tapi ayah terlalu pintar menutupinya, entah terlalu pintar atau memang begitu adanya ayah. Tidak banyak bicara, tapi aku tau banyak yang ayah pikirkan.

Dear ayah.. Ayah merupakan ayah terhebat yang aku punya. Aku bangga punya ayah seperti mu. Bagaimana tidak, ayah yang tidak tamat SMA mampu membiayai kuliahku. Mampu membuat aku merasakan bagaimana rasanya duduk dibangku kuliah kedokteran dengan anak pejabat yang notabene nya adalah orang-orang kaya. Ya, Fakultas kedokteran, pendidikan yang kini tengah aku jalani. Aku minta maaf karena biaya kuliah ku mahal sekali. Kadang aku merasa terlalu memberatkan ayah.

Ayah memang beda dengan ayah-ayah yang lain. Ayah tidak pernah menunjukkan sayangnya seperti ayah-ayah lain. Ayahku kaku dan cenderung pendiam. Tapi, aku tau ayah sayang sekali denganku. Pernah ketika aku selesai liburan dan akan kembali pulang ke jogja ketika ibu udah gak ada, ketika packing barang ayah tiba-tiba bilang "di jogja ada yang jual rendang kan? nanti kalo pio pengen makan rendang beli aja di jogja" kemudian setelah ayah berlalu, aku lari ke kamar dan menangis. Bagaimana mungkin ternyata ayah yang pendiam ternyata memikirkan hal kecil seperti itu. Ya, setiap aku pulang kejogja dari pertama kali kuliah, ibu memang tak pernah absen memasakkan rendang untuk ku bawa pulang. Di jogja memang banyak yang jual rendang, tapi rendang ibu ya cuma satu-satunya, ga ada yang menandingi. Sampai sekarang aku ndak pernah merasakan makan rendang walaupun banyak yang jual disini.

Yah, ayah yang sehat ya. Aku selalu berdoa untuk kesehatan ayah dan supaya ayah diberikan umur yang panjang oleh yang maha kuasa. Aku ingin sekali ayah bisa hadir di wisuda sarjana kedokteranku nanti, setahun lagi insyaallah. Jaga kesehatan ya yah, nanti sewaktu pengambilan sumpah jabatan dokterku, aku masih mau lihat ayah. Aku ingin ayah yang pertama kali melihatku mengenakan "white coat" ku nanti. Aku ingin sekali ayah masih bisa lihat tempat praktekku nanti. Semoga, Amin.

Ayah yang kuat ya, aku tau ayah rapuh, begitu banyak masalah menimpa keluarga kecil kita. Walaupun ibu sudah ga ada, layaknya seseorang yang kehilangan satu kaki, limbung,mungkin terjatuh dan tidak sanggup berdiri, tapi seiring berjalan waktu pasti kita bisa berjalan bersama-sama ayah. Aku yakin kita bisa melewati semua ini ayah.
Aku sayang ayah. Walaupun lidahku terlalu kaku untuk dapat mengatakannya langsung di hadapan ayah. Aku ingin semua orang tau bahwa aku sangaaaaaaaaaaaaaaatttt menyayangi ayah.


Rabu, 09 Mei 2012

XXI Birthday 06012012

Ini sepotong video ketika aku disergap dan diculik dari kamar mbak-mbak kosan oleh @hestutut, @deayoonza dan @dheetha46 , maacih mbokde mbokde sekalian :*



Kumal -______-
But, i'm very happy
So Surprise
Maacih juga buat kakak kakak sekalian @Na_LyLoNoLi , @topanraj, @enosajalah, @AjirMelvian, @anilpiluphobia



Pelajaran hidup


Ada beberapa orang yang dihadirkan di dalam hidup kita hanya untuk memaksa kita mencari pengganti dirinya.
Ada beberapa orang yang dihadirkan di dalam hidup kita hanya untuk memaksa kita belajar arti sebuah kehilangan.
Ada beberapa orang yang dihadirkan di hidup kita hanya untuk membuat kita dikatakan bodoh oleh orang-orang terdekat karena terlalu setia.
Ada beberapa orang yang dihadirkan di dalam hidup kita untuk membuat kita belajar lebih dalam tentang  luka.
Ada beberapa orang yang dihadirkan dalam hidup kita untuk membuat kita mengerti bagaimana rasanya dilupakan.
Ada beberapa orang yang dihadirkan dalam hidup kita untuk membuat kita tahu bagaimana rasanya diduakan.
Ada beberapa orang yang dihadirkan dalam hidup kita hanya untuk membuat kita mengerti rasanya dibuang seperti sampah.
Ada beberapa orang yang dihadirkan dalam hidup kita untuk membuat kita paham rasanya tidak dipilih diantara dua pilihan.
Ada beberapa orang yang dihadirkan dalam hidup kita untuk membuat kita mengerti bahwa kita memang tidak seharusnya menggantungkan harapan terlalu tinggi di awal.
Ada beberapa orang yang dihadirkan dalam hidup kita hanya untuk membuat kita belajar agar tidak mengorbankan semua yang kita punya demi nama cinta.
Namun,
Ada seseorang yang pada waktunya nanti dihadirkan dalam hidup untuk membuat kita merasa dicintai sepenuh hati, merasa dihargai, merasa bagaimana dipertahankan, membuat kita merasa bahwa memberi tidak ada batasnya, membuat kita belajar bagaimana menyatukan dua menjadi satu, membuat kita mengerti sesungguhnya cinta tidak melulu tentang rasa sakit, tapi tentang rasa saling memahami dan memiliki,dan membuat kita mengerti bahwa tidak ada yang salah dengan setia.
Uniknya, aku tidak perlu menghadirkan begitu banyak orang untuk mendapatkan begitu banyak pelajaran di atas. Semua pelajaran itu aku dapatkan hanya dari satu orang, yap hanya satu orang. Dan pengecualian untuk kalimat dibawahnya, itu untuk calon imamku kelak. Yang sekarang masih di genggaman tuhan. Yang sosoknya terus ku sebut dalam setiap lafadz doa-doaku. Ya memang saat ini masih di genggaman tuhan, tapi yakin saja untuk terus menerus berdoa, dan aku percaya pada kekuatan doa, bahwa tuhan menggenggam setiap doa-doa kita dan membuka genggaman Nya perlahan jika waktunya sudah tepat.
Yang terbaik selalu datang belakangan bukan?
Seperti sang hero yang selalu datang belakangan mendekati ending cerita.
Menunggu memang melelahkan, tapi jika yang ditunggu merupakan yang terbaik, kenapa tidak?
Bukankah semua tidak ada yang instan? bahkan seinstan instannya mie instan saja harus dimasak terlebih dahulu sebelum disantap.
Nikmati saja proses demi prosesnya.
Aku ingat satu nasehat almarhumah ibu, ndak ada salahnya bersabar, iya..bersabar untuk sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Ketimbang tergesa-gesa namun tidak baik pada akhirnya.

Apakah saat ini aku menyesal?
Tentu tidak.
Luka?
Pasti iya,
Siap jatuh cinta, berarti siap untuk sakit.
Yang harus diingat sebelum jatuh cinta adalah kamu harus memastikan bahwa akan benar-benar ada yang menangkapmu, karena ga ada jatuh yang ga menyisakan sakit.
Dendam?
Tidak sama sekali.
Yang tersisa hanya ucapan terima kasih,
Terima kasih untuk setiap yang sudah hadir dan memberikan begitu banyak pelajaran dalam hidup.
Tidak pernah sedikitpun didalam hati marah pada tuhan kenapa dilahirkan sebagai seorang yang setia.
Kenapa?
Karena setiap manusia diciptakan dengan kecendrungan untuk mendua.
Dan menjadi setia itu tidak mudah, seperti begitu susahnya untuk menjadi orang baik ketimbang menjadi orang jahat.

Frau-Mesin penenun hujan  :)) enjoy it!!






Selasa, 08 Mei 2012

Rainy mood

Suka hujan?
Coba putar suara hujan dibawah ini, bisa membantu membuat mood jadi menyenangkan dan relax :)))



Aku suka hujan, terutama bau hujan.
Secara ilmiah, aroma khas yang muncul pada saat hujan disebut sebagai "Petrichor"
Berasal dari bahasa Yunani, yaitu "Petros" yang berarti batu, dan "Ichor" yang berarti air.
Dalam mitologi yunani petrichor merupakan cairan halus yang mengalir di dalam nadi para dewa.
Aroma Petrichor berasal dari minyak yang dikeluarkan oleh beberapa jenis tanaman tertentu pada saat kondisi kering yang kemudian diserap oleh tanah dan bebatuan. 
Pada saat hujan turun, air membuat tanah dan bebatuan melepaskan senyawa minyak tersebut, bersamaan dengan pelepasan aroma/senyawa "Geosmin" yang merupakan aroma khas tanah, sehingga menciptakan suatu aroma yang khas.
Aroma khas yang sering disebut "bau hujan"

Percaya atau tidak, hujan identik dengan rindu.
Jika tidak percaya, coba sesekali ketika hujan deras, duduklah di teras atau tepi jendela.
Pikirkan orang terdekat dari masa lalu mu.
Kenangan itu pasti muncul kemudian menjelma jadi rindu.
Aku sering melakukannya.
Kadang aku melakukannya untuk mengetahui seberapa besar kekuatan hati.
Jika aku menangis,itu artinya masa lalu itu sangat berarti.
Ya..
Sampai saat ini, aku sering duduk termangu ketika hujan.
Menikmati hujan.
Memikirkan kenangan bersama almarhumah, kemudian kenangan itu menjelma jadi rindu yang besar.
Mata pun jadi basah.
ah...
Ternyata aku belum kuat.
Kehilangan itu masih begitu dalam.


New page

Hidup itu layaknya buku, tiap lembar adalah new page, kita tidak pernah tau apa yang ada di lembar berikutnya, apakah happy or sad story.
Mungkin dilembar pertama happy, mungkin dilembar berikutnya sad story, atau malah sebaliknya.
Yang harus kita lakukan adalah membaca lembar demi lembar dan nikmati hingga ending, itu saja!
Jika hidupmu terasa menyenangkan, ingat saja bahwa roda berputar. Jika hidupmu terasa sulit, maka nikmati saja.
Segala sesuatu tidak ada yang abadi bukan?
Jadi ya.. nikmati saja prosesnya.
Untuk apa bersusah payah mengejar sesuatu yang bukan untukmu. Ketika kamu terobsesi mengejar apa yang bukan untukmu, kamu akan selalu menemukan sesuatu yang salah dengan apa yang kamu miliki. 
Percaya aja bahwa kita terlahir di dunia dengan garis tangan masing-masing. Kamu hanya tinggal menjalaninya dengan segala hal terbaik yang kamu punya, maka kebaikan akan mengikuti kamu. Dengan begitu maka kita akan menjadi manusia yang selalu bersyukur.
Tapi seringkali brengseknya orang hidup adalah mengingat derita dengan sangat baik, tapi buruk mengenang kebahagiaan.
Ya, seperti yang aku bilang sebelumnya.. Setiap yang datang pasti akan pergi pada akhirnya. Disetiap hello pasti akan diakhiri goodbye. Mengetahui ada kemungkinan aku akan kehilangan berbagai hal, membuat aku lebih menghargainya.
Yang paling penting, jauhkan hati dari rasa ingin memiliki, semua hanya titipan. Jadilah orang yang pantas dititipi, itu saja. Karena pada akhirnya, setiap kita hanya akan jadi kenangan untuk orang lain. Tinggal kita saja yang memilih apakah kita akan meninggalkan kenangan yang baik atau buruk.
Jika kita tidak bisa tertawa terus menerus untuk sebuah joke yang sama, kenapa kita harus terus menerus menangis untuk sebuah masalah yang sama.

Ingat, ketika hidupmu terasa sulit, nikmati saja!


Minggu, 06 Mei 2012

Take or Leave all..

ya.. aku di sini, masih aku yang kemarin
sendiri..

aku akan kuat
ya semoga
semoga aku akan sekuat yang aku harapkan

kamu, baik-baik di sana ya..
tugasku selesai, menemani mu selama 3tahun
atau mungkin lebih..

akhirnya..
sampaikan salam ku pada dirinya
siapapun dia
yang telah menggantikan posisiku di hatimu
yang pada akhirnya nanti membuatmu nyaman di masa depanmu

aku mengabadikan mu dalam tulisan ini
untuk mengingatkan ku suatu saat nanti
betapa aku pernah sangat menyayangimu,
dulu..

Selamat malam, otong..
Selamat malam, Jogjakarta



Happy birthday my sister

Whoaaa, ternyata hari ini hari ulang tahun my beloved sister Tien Zulhijayanti, Happy Birthday dear, semua doa untukmu sayang.


In memoriam, my beloved ibunda





The last i heard your voice in the ramadhan of august, the last i saw your face in the happy ied of september, i’ve remember your eye, i’ve remember everything about you, and i don’t want to forget.

Ini bukan tentang kematian, bukan. Ini tentang kehilangan dan pencarian makna ikhlas.

Aku amat sangat paham dan mengerti bahwa sesungguhnya semua hanya titipan Nya. Begitu pun juga dengan dirimu, Ibu. Semua yang datang akan pergi pada akhirnya. Aku tau Al maut itu pasti adanya, dan saat ini adalah giliranmu untuk pergi.

Tapi yang membuatku tersentak sebegitu hebatnya, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Terlalu sulit memahami rencana Al muhyii sang pemberi kehidupan. Berulang kali aku berpikir keras kenapa begitu cepat beliau diambil, tapi mungkin logika memang terlalu kecil untuk mengerti akan kebesaran Nya, dan hanya iman serta taqwa yang bisa memberi jawaban.

Ketika merajut asa kemudian rindu menelusup di dada, seketika lelehan air  membanjiri pelupuk mata, Astaghfirullah Al’adzim acap kali aku lupa adanya sang penguasa semesta di sana, sang pemilik segalanya.

Suatu saat aku merasa bahwa sang waktu berjalan terlalu cepat. Ingin aku lebih lama menyayangi dan mengasihimu, tapi mungkin Ar Rahman dan Ar Rahim lebih dari itu. Terbersit kuat di sanubariku untuk memberikan kebahagiaan kepadamu kelak, tapi Al muqiit pasti akan memberikan yang lebih. Semoga Al baasith, An nuur, Ar raafi’, dan Al mu’izz melapangkan, menerangi, meninggikan, dan memuliakan engkau disisi Nya. Aku yakin Al aliim yang maha mengetahui, Al samii’ yang maha mendengar,dan  Al mujib akan mengabulkan doa ini, Amin.

Percayalah, tidak akan pernah ada kata rela dan ikhlas untuk kehilangan orang yang teramat kita sayangi, tapi jika itu merupakan pilihan terakhir demi ketenangan beliau disana,serahkan semua pada sang waktu dan biarlah waktu yang menjawab. And i believe i’ll be surprise about how strong i am, when being strong is the only one i can do.

Mommy lives, she will be in forever pain, but she dies and goes to heaven, she won't be in pain anymore, so we should let mommy go :')

salam rindu anakmu,