Jumat, 18 Mei 2012

Asumsi

Kehilangan adalah asumsi
Asumsi kita pernah memiliki
Lalu aku berasumsi sekali lagi
Bahwa kamu pergi, membawa semuanya bersamamu
Andaikan aku tak pernah berasumsi memilikimu
Aku pun takkan pernah kehilanganmu
Okey,
Asumsikan saja bahwa kamu tidak pernah jadi milikku
Asumsikan saja bahwa kamu hanya titipan
Maka aku takkan pernah merasa kehilangan
Berhenti berasumsi, berhenti memiliki.

#piknikhore

#piknikhore ke bonbin gembiraloka bersama teman-teman ;)))














Selasa, 15 Mei 2012

"Kenangan"

Tiap buka lemari,kalau liat kemeja ini rasanya... sedih,
bukan karena apapun,
tapi ada ingatan sedih terukir di memori kepala,
mengingat kebodohan kenapa pernah terlintas dan terpikir..
mempersiapkan jauh-jauh hari sesuatu
yang tak diharapkan sang calon penerimanya,
mau diberikan ke orang lain kok rasanya berat,
mau disimpan kok terkenang terus.
This is i called "kenangan"


Senin, 14 Mei 2012

Surat untuk dokter dan mahasiswa kedokteran :")

Iseng iseng searching ketemu surat, ditulis oleh Aditya Putra Priyahita,
Sungguh menyentuh, membuat saya merenung tentang arti kata dokter,
akankah kelak jalan di depanku seperti surat dibawah ini? :"))




Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah Fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…


Vena blood 8)))))

Muahahahahahaha senaaaaaang sekali, akhirnyaaaa.. akhirnyaaaa... Berhasil nyuntik :3
hey vena, i got you!!!! Muahahahahaha
Walaupun berkutat berjam jam hingga tengah malam,menghabiskan 3 jarum dan 1 spuit serta banyak tisu dan alkohol, belum lagi rasa lemas ditangan akibat terlalu lama terpasang torniquet,biru serta bengkak di tangan kiri karena ditusuk jarum berkali kali, yang penting me so happy karena akhirnya setelah 6 semester berkutat dibangku kedokteran akhirnya berhasil mengambil darah vena!!
Yeah memang terdengar klise dan gampang, tapi coba aja praktek sendiri baru tau rasa gimana susahnya ambil darah vena kalau belum berpengalaman.
Semoga makin mahir menyuntik dan ambil darah karena udah menjelang tahun akhir menuju koas, semangat!


Jumat, 11 Mei 2012

Somebody that i used to know

Ingin sedikit share sebuah lagu yang saat ini sangat-sangat aku sukai, bahkan jauh sebelum lagu ini booming dan dikenal banyak orang :))

Now and then I think of when we were together
Like when you said you felt so happy you could die
I told myself that you were right for me
But felt so lonely in your company
But that was love and it's an ache I still remember

You can get addicted to a certain kinda sadness
Like resignation to the end, always the end
So when we found that we could not make sense
Well you said that we would still be friends
But I'll admit that I was glad that it was over

But you didn't have to cut me off
Make it like it never happened and that we were nothing
I don't even need your love, but you treat me like a stranger
And that feels so rough

No, you didn't have to stoop so low
Have your friends collect your records
And then change your number
Guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Now you're just somebody that I used to know
Now you're just somebody that I used to know

Now and then I think of all the times you screwed me over
But had me believin it was always something that I'd done
But I don't wanna live that way
Reading into every word you say
You said that you could let it go
And I wouldn't catch you hung up on somebody that you used to know-oh-oh

But you didn't have cut me off
Make it like it never happened and that we were nothing (oh)
I don't even need your love, but you treat me like a stranger
and that feels so rough

(oh)

No, you didn't have to stoop so low
Have your friends collect you records
And then change your number (oh)
Guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Somebody that I used to know
Somebody (now your just somebody that I used to know)
That I used to know
Somebody that I used to know
Somebody (somebody) (now your just somebody that I used to know)
That I used to know

I used to know
That I used to know
I used to know
Somebody



Dan ini cover by Walk of the Earth, amazing!!